PENETAPAN KADAR KUPRI SULFAT SECARA IODOMETRI
Abstrak
Telah dilakukan praktikum mengenai titrasi iodometri dari kupri sulfat. Pada iodometri sampel bersifat oksidator direduksi dengan kalium iodida berlebih dan akan menghasilkan iodium yang selajutnya dititrasi dengan larutan baku tiosulfat .
Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan bilangan oksidasi , sedangkan reduksi digunakan untuk setiap penurunan bilangan oksidasi . Berarti proses oksidasi disertai hilangnya elektron sedangkan reduksi memperoleh elektron . Oksidator adalah senyawa dimana atom yang terkandung mengalami penurunan bilangan oksidasi . Sebaliknya reduktor atom yang terkandung mengalami kenaikan bilangan oksidasi .
Oksidasi reduksiharus selalu berlangsung bersama dan saling menkompensesi atau sam lain, percobaan ini untuk menentukan kadar dari kupri sulfat berdasarkan reaksi oksidasi reduksi berdasarkan metode iodimetri – iodometri. .Warna yang didapat adalah warna biru kehitaman kemudian dititrasi kembali dengan dengan natrium tiosulfat hingga menghasilkan warna putih. Dicatat volume titrasi .
Kadar yang didapatkan dalam pecobaan ini adalah 102%. Dalam pecobaan didapatkan kadar 102% artinya CuSO4 dalam percobaan lebih besar dari penetapaan kadar CuSO4 yang telah ditentukan
Kata kunci : iodimetrik, asam askorbat, vitamin C, titrasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Titrasa iodometri adalah proses titrasi terhadap iodum (I2) bebas dalam larutan ,sedangkan prosesi iodimetri adalah proses menggunakan I2 sebagai larutan standar . Prinsip titrasi iodometri adalah dengan menambahkan KI berlebih dalam larutan contoh yang mengandung analit atau zat oksidator . Iodium yang terbentuk dititrasi dengan larutan standart thiosulfat dan dihasilkan oleh iodida dan ion tetrationat .Pada sebagian besar titrasi iodimetri , bila dalam larutan terdapat kelebihan iodide maka akan menjadi ion triiodida . Hal ini disebabkan karena iodium sanagt cepat larut dalam iodida .
Khusus dalam titrasi iodometri yana dimaksud dengan berat ekivalen adalh banyaknya zat tersebut yang dapat bereaksi dalam sebagian besar proses titrasi iodometri yang digunakan sebagai larutan standart larutan I2 dan KI , sehingga yang sebagai oksidator relarif dalam ion triiodida .
Dalam larutan yang bersifat asam larutan I2 standart dapat digunakan untuk menentukan beberapa jenis zar reduktor kuat seperti :SnCl2, H2SO3, H2S dan Na2 S2O3 zat – zat reduktor yang lebih lemah seperti: , dan hanya dapat ditetapkan ( teroksidasi sempurna ) bila suasana larutan bersifat netral atau hanya sedikit asam
Titrasi tidak langsung iodometri dilakukan terhadap zat –zat oksidator berupa garam- garam besi (III) dan tembaga sulfat dimana zat – zat oksidator ini bereduksi dahulu dengan KI dan iodin dalam jumlah yang setara dan ditentukan kembali dangan larutan natrium tiosulfat baku. Metode ini lebih banyak digunakan dalam analisa jika dibandingkan metode lain . Alasan dipilih metode ini karena perbandingan stoikoimerti yang sederhana pelaksanaanya praktis tidak banyak masalah dan mudah.
1.2 Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini untuk menentukan kadar dari kupri sulfat berdasarkan reaksi oksidasi reduksi berdasarkan metode iodimetri – iodometri.
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan bilangan oksidasi , sedangkan reduksi digunakan untuk setiap penurunan bilangan oksidasi . Berarti proses oksidasi disertai hilangnya elektron sedangkan reduksi memperoleh elektron . Oksidator adalah senyawa dimana atom yang terkandung mengalami penurunan bilangan oksidasi . Sebaliknya reduktor atom yang terkandung mengalami kenaikan bilangan oksidasi . Oksidasi reduksiharus selalu berlangsung bersama dan saling menkompensesi atau sam lain . Istilah oksidator reduktor mengacu kepada suatu senyawa , tidak kepada atomnya saja ( khopkar .1990).
Dalam suatu proses analitik , iodium digunakan sebagai pereaksi oksidasi (iodimetri) dan ion iodida digunakan sebagai pereaksi reduksi (iodometri) . Relatif beberapa zat merupakan pereaksi reduksi yang cukup kuat untuk dititrasi secara langsung dengan iodium . Maka jumlah penentuan iodimetri adalah sedikit . Akan tetapi banyak pereaksi oksidasi cukup kuat bereaksi sempurna dengan ion iodida dan ada banaykk penggunaan proses iodometrik . Suatu kelebihan ion iodida ditambahkan kepada pereaksi oksidasi yang ditentukan dengan pembebasan iodium , yang kemudian dititrasi dengan larutan natrium triosulfat. Reaksi anatara iodium dan tiosulfat berlangsung secara sempurna( Day dan Underwood. 2002).
Larutan standar yang dipergunakan dalam kebanyak preses iodometrik adalah natrium tiosulfat . Garam ini biasanya tersedia sebagai Na2S2O3. 5H2O. Larutan tidak boleh distandarisasi dengan penimbangan secara langsung , tetapi harus distandarisasi terhadap standar primer , larutan natrium tiosulfattidak stabil untuk waktu yang cukup lama . Sejumlah zat padat digunakan sebagai standart primer untuk larutan natrium tiosulfat . Iodium murni merupakan standar yang paling nyata , tetapi jarang digunakan karena kesukaran dalam penanganan membebaskan iodium dan iodida suatu proses iodometrik ( rival. 1995)
Warna larutan 0,1 N iodium adalah cukup kuat sehingga iodium dapat bekerja sebagai indikator sendiri . Iodium juga memberi warna ungu atau merah lembayung yang kuat kepada pelarut – pelarut sebagai karbon tretraklorida atau klorofrom dan kadang- kadang hal ini digunakan untuk mengetahui titik akhir titrasi . Akan tetapi lebih umumnya digunakan suatu larutan kanji, karena warna biru tua dan komlpek kanji iodium dipakai untuk suatu zat ujisanagt peka terhadap iodium . Kepekaan lebih besar dalam larutan yang sangat sedikit asam dari pada larutan netral dan lebih besar dengan adanya ion iodida ( Haryadi.1990)
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat – alat
Alat –alat yang digunakan dalam percobaan adalah kaca arloji , pipet volum , erlenmayer dan peralatan gelas lainnya
3.1.2 Bahan – bahan
Bahan – bahan yang digunakan dalam percobaan adalah natrium tiosulfat , asam sulfat , tembaga sulfat , kalium iodida , kanji , HCl pekat dan aquadest.
3.2 Konstanata Fisik
· Asam Klorida
RK : HCl
BM : 36, 45gr/mol
BJ : 1,18gr/cm
TD : 110
TL : 27,32
SIFAT : Korosif
· Aquadest
RK : H2O
BM : 18 gr/mol
BJ : 1gr/cm
TD : 100
TL : 0
SIFAT : Pelarut ,tidak berbahaya
· Asam Sulfat
RK : H2SO4
BM : 98gr/mol
BJ : 1,84gr/cm
TD :49
TL : 98,3
SIFAT : Korosif
· Tembaga Sulfat
RK : CuSO4
BM : 159,61 gr/mol
BJ : 3,60gr/cm
TD : 140
TL : 110
SIFAT : Higroskopisk
· Kalium Iodida
RK : KI
BM : 166gr/mol
BJ : 4,93gr/cm
TD : 386,7
TL : 457,5
SIFAT : Korosif
· Natrium Tiosulfat
RK : Na2S2O3
BM : 158,108 gr/mol
BJ : 1667gr/cm
TD : 100
TL : 48,3
SIFAT : Tidak berwarna , tidak mudah terbakar
Perhitungan
Kadar CuSO4 =
Syarat kadar CuSO4 = 98% - 101%
1 ml larutan Na2S2O3 0,05N CuSO4
Pengamatan perubahan warna : coklat – biru – putih
3.2 Cara Kerja
CuSO4
· Ditimbang seksama lebih kurang 0,2 gr bahan (zat uji )
· Dilarutkan dengan 25 ml aquadest dan 0,05 gr KI
· Ditambah 2 ml H2SO4 2N
· Dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat 0,05 N sampai kuning lemah dengan menggunakanindikator kanji
· Dilanjutkan titrasi samapi warna biru hilang
· Dicatat volume titrasi
· Dilakukan sebanyak 3 kali
BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Hasil Pengamatan
NO-BAHAN
BERAT
PERLAKUAN ATAU PERCOBAAN
WARNA
VOLUME
1
CuSO4
0,2 grm
CuSO4 + H2O
Biru
2
KI
0,5 grm
KI + H2SO4
Coklat Tua
Dititrasi dengan Na2S2O3
Coklat kekuningan
V1 = 11,8 ml
Ditambah kanji
Biru keputihan
Dititrasi kembali dengan Na2S2O3
Putih
V2 =20 ml
= 15,9 ml
4.2 Pembahasan
Sebelum menentukan kadar kupri sulfat secara iodometri kati harus mengetahui apa itu iodometri merupakan titrsai tidak langsung dan digunakan untuk menetapkan senyawa – senyawa yang mempunyai potensi oksidasi lebih besar dari sistem iodium –odida atau senyawa- senyawa yang bersifat oksidator . Pada iodometri sampel bersifat oksidator direduksi dengan kalium iodida berlebih dan akan menghasilkan iodium yang selajutnya dititrasi dengan larutan baku tiosulfat .
Dalam percobaan penentuan kadar kupri sulfat adalah digunakan sebagai bahan tambahan , germisida , indrusti kulit , pigmen , baterai listrik ,pembungkus kabel ,garam kupri , reagen untuk analisa kimia kedoktoran ,pengawet kayu dan sebagainya. Tembaga sulfat mempunyai banyak kegunaan di bidang industri diantaranya untuk membuat campuran bordeaux dan senyawa tembaga lainnya . Senyawa ini juga digunakan dalam penyepuhan dan pewarnaan teksti serta sebagai bahan pengaet kayu . Bentuk anhidratdigunakan untiuk mendeteksi air dalamjumlah keseluruhan .
Reaksi iodomeri dilakukan dalam suasana sedikit asam sedikit basa ph 8 . Iodometri adalah bahan pengoksit yang mengoksidasi kalium iodida( KI ) dalam suasana asam , sehingga iodium yang di bebaskan di tentukan dengan menggunakn larutan baku natrium tiosulfat . Banyak volume tiosulfat yang digunakan sebagai titran setara dengan iodium yang dihasilkan dan setara dengan banyak sampel.
Melalui titrasi tak langsung ini, semua oksidator yang akan ditetapkan kadarnya direaksikan terlebih dahulu dengan ion iodide berlebih sehinnga I2 dapat dibebaskan selanjutnya I2 yang di bebaskan ini dititrasi dengan larutan baku sekunder Na2S2O3 dengan indikator kanji . Setalah ditimbang lebih kurang0,2 grm kemudian dilarutkan dengan 25 ml aquadest dan 0,5 grm KI. Lalu ditambahkan 2 ml H2SO4 2N kemudian dititrasi dengan menggunakan larutan natrium tiosulfat 0,05 N , Natrium tiosulfat dapat dengan mudah diperoleh dalam keadaan kemurnian yang tinggi, namun selalu ada saja sedikit ketidak pastian dari kandungan air yang tepat.
Karena sifat Floresen atau mudah melapuk lekang dari garam itu dan karena aalasan – alasan lainya . Karena itu ,zat ini mudah memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai larutan baku standar primer. Natrium tiosulfat merupakan suatau zat pereduksi , kemudian ditambah kan indikator kanji sesudah titrasi sebanyak 3 tetes (indikator kanji adalah indikator yang sanagat lazim digunakan namun indikator kanji yang digunakan harus selalu dalam keadaan segar dan baru karean larutan kanji mudah terurai oleh bakteri sehingga untuk membuat larutan idikator yang tahn lama handaknya dilakukan strerilisasi atau penambahan bahan suatu zat pengawet). Larutan kanji yang sudah rusak warna menjadi violet yang sulit hilang warnanya menggangu penetrasian .. Pemberian kanji awal titrasi menggangu perubahanwarna pada titik akhir (TA).
Penambahan indikator kanji hendaknya menjelang TAT.(jika ditambahkan diawal titrasi maka akan terbentuk komplek iodium amilum akan membentuk kompleks warna biru yang tidak larut dalam air dingin , sehingga akan menyababkan titran semakin bertambah untuk memutuskan ikatan kuat senyawa komlpeks tersebut dan akan menganggu penetapan kadar sulfat .Warna yang didapat adalah warna biru kehitaman kemudian dititrasi kembali dengan dengan natrium tiosulfat hingga menghasilkan warna putih. Dicatat volume titrasi . Kadar yang didapatkan dalam pecobaan ini adalah 102%. Dalam pecobaan didapatkan kadar 102% artinya CuSO4 dalam percobaan lebih besar dari penetapaan kadar CuSO4 yang telah ditentukan .
BAB V
KESIMPULAN
1. Indikator yang digunakan dalam penetapan kadar kupri sulfat secara iodometri adalah indikator kanji atau amilum . indikator kanji biasanya digunakan dalam titrasi volumetri diantaranya iodometri
2. Larutan kanji yang sudah rusak warna menjadi violet yang sulit hilang warnanya menggangu penetrasian
3. Pemberian kanji awal titrasi menggangu perubahanwarna pada titik akhir (TA).
4. Warna yang diperoleh dalam percobaan ini adalah warna putih
5. Kadar yang didapatkan dalam pecobaan ini adalah 102%. Dalam pecobaan didapatkan kadar 102% artinya CuSO4 dalam percobaan lebih besar dari penetapaan kadar CuSO4 yang telah ditentukan
DAFTAR PUSTAKA
Day . R.A . Jr dan underwood A.L.2002 .Analisa Kimia Kuantitatif . Erlangga :Jakarta.
Harrizul . Rival . 1995.Asas Pemeriksaan Kimia .UI:Jakarta .
Haryadi . 1990.Ilmu Kimia Analisa Dasar .PT . Gramedia :Jakarta .
Khopkar,S.M. 1990 .Konsep Dasar Kimia Analitk .Universitas Indonesia Press : Jakarta .
DARI>>>>>>>>>>>http://uswahmanis.blogspot.com/

0 Response to "PENETAPAN KADAR KUPRI SULFAT SECARA IODOMETRI"
Posting Komentar